Pages

Search This Blog

Friday, 16 December 2016

Shopback memberikan Cashback Setiap Belanja di 300 Merchant Pilihan

Sebagai penduduk yang tinggal di pulau kecil tentu saja kami sedikit kesulitan bila mebutuhkan barang-barang yang memiliki kegunaan khusus dan jarang di gunakan oleh orang pada umumnya. Seperti hobi saya yang doyan banget berpetualang dan berkebun. Mau cari sepatu, tas, dan tenda susahnya minta ampun. Paling banter dapat di pasar bekas yang fungsi, kualitas, dan kebersihan perlu dipertanyakan. Sedangkan tanaman hias pilihannya terbatas. Oleh sebab itu semenjak hadirnya berbagai macam e-commerce, saya menjadi terbantu untuk mendapatkannya. Seperti Tokopedia, Bukalapak, Kebunbibit, Shopee, dan lain-lain.


Cara Mendaftar Shopbak
Selain merchant tersebut ada juga merchant yang tidak menjual barang namun memberikan cashback setiap kali kita membeli barang melalui e-commerce tersebut, yaitu Shopback. Caranya sangat mudah, yaitu:

  1. Cukup membuat akun pada www.shopback.co.id  (klik link tersebut)
  2. Kemudian masukkan alamat email dan pasword yang akan digunakan.
  3. Atau bisa juga menggunakan pendafataran lewat facebook.
  4. Setelah berhasil daftar akun Sobat masih belum bisa digunakan karena belum terverivikasi.  Klik nama Sobat pada pada pojok kanan atas dan masuk ke pilihan "Akun Saya" untuk meng-updated data Sobat.
  5. Masukan data diri Sobat yang sebenarnya beserta nomor rekening untuk mencairkan dana.
  6. Lakukan verifikasi pada email Sobat yang telah didaftarkan tadi.
  7. Setelah selesai verifikasi, akun Sobat langsung bisa di ajak untuk mencari Cashback di 300 merchant pilihan.
Cara mendapatkan Cashback 
Untuk mendapatkan cashback, Sobat tinggal memilih e-commerce mana yang mau di pakai. Masing-masing e-commerce memiliki nilai cashback yang berbeda-beda. Ada yang berdasarkan kategori, ada juga yang berdasarkan besar kecilnya pembelian barang. Langkah-langkah untuk mendapatkan cashback adalah sebagai berikut:

  1. Klik link toko melalui situs ShopBack dan Sobat akan dialihkan ke situs toko tersebut.
  2. Belanja seperti biasa di situs toko tersebut.
  3. Setelah melakukan transaksi pembayaran, Cashback akan masuk otomatis di akun ShopBack Sobat dalam waktu 48 jam dengan status 'Tertunda'.
  4. Status Cashback akan berubah dari 'Tertunda' menjadi 'Bisa diklaim' setelah order divalidasi oleh pihak merchant. Perubahan status memakan waktu 30-60 hari untuk memastikan tidak ada order yang ditukar atau dikembalikan.
  5. Sobat dapat meminta pembayaran setelah mengumpulkan Cashback yang bisa diklaim minimum Rp 50.000.00
Masih belum percaya? Iya saya sendiri juga belum percaya sebelum mencoba. Setelah berbelanja di Bukalapak, dan beli tiket di Tiket.com melalui Shopback, saat ini baru mendapatkan beberapa puluh ribu rupiah. Maklum, saya bukan tipikal yang sering belanja kalau gak sesuai dengan kebutuhan. 


Selain itu, diskon atau promo yang diberikan oleh merchant tidak akan menghilangkan cashback. Yang penting  nilai akhir dari pembelian dikalikan persentase cashback yang telah diberitahukan ketika diarahkan ke merchant yang dipilih.

Catatan Penting : Cashback tidak dihitung bila terdapat barang yang telah dimasukkan ke dalam daftar keranjang belanjaan tanpa melewati Shopback. 

Kerjasama dengan Merchant
Jadi merchant apa saja yang bisa dipilih? Banyak!!! Ada 300 merchant yang sudah bekerjasama dengan Shopback. Jadi Sobat gak perlu khawatir lagi kehilangan promo diskon yang ditawarkan oleh merchan-merchant favorit Sobat. Apabila masih promo, Sobat malah dapat double untung dari cashback yang diberikan oleh Shopback. 

Yuk buruan daftar dari sekarang, sehingga Sobat bisa mengumpulkan cashback yang banyak. :)
jangan lupa daftar ke link ini ya  www.shopback.co.id dan dapatkan Bonus Rp20.000 melalui pendaftaran tersebut.

Read More »

Wednesday, 23 November 2016

Quechua - Outdoor Gear dari Prancis dengan Harga Terjangkau

Banyak orang yang masih awam mendengar nama Quechua termasuk saya sendiri. Awalnya saya tahu dari internet maraknya tas Quechua Arpenaz 10L yang banyak diburu oleh para pegiat alam di seluruh Indonesia. Cari-cari info apa kelebihan dan kekurangan terus apa sih yang bikin tenar, ternyata begitu toh...


Apa itu Quechua?
Quechua merupakan brand dari Prancis yang lahir pada 1997. Dengan jumlah tim yang hanya 9 orang dan bekerja di ruangan 55m persegi, Quechua berhasil berkreasi dengan bahan, warna, dan inovasi. Mereka fokus pada produk-produk outdoor yang terjangkau oleh masyarakat dan memiliki inovasi lain dari yang lain.

Pada tahun 2005, Quechua menciptakan sebuah terobosan tenda yang dapat di bongkar dan pasang hanya dalam waktu 2 detik oleh satu orang. Kebayang gimana desainnya? Dan pada 2006 Quechua memenangkan penghargaan untuk tenda instan dalam ajang Industrial Design Excellence Awards (IDEA).

Di usia yang baru 10 tahun, Quechua mencoba untuk membuka cabang pada ski dan snowboard dengan menciptakan merek Wed'ze. Yang masih fokus dalam kegiatannya pada pendakian. Pada saat yang sama, Quechua menjadi lima besar produsen outdoor gear di dunia.

Sekarang pabrik produksi Quechua sudah tersebar di berbagai negara bahkan Asia. Oleh karena itu  harga produksi bisa ditekan hingga ke tangan konsumen. Standar desain, kualitas dan kontrol tetap mengacu pada prosuder dari Prancis.


Produk apa saja yang dibuat oleh Quechua?
Semua produk outdoor yang berhubungan dengan hiking, mountaineering, climbing, ski dan snow board. Mulai dari kaos kaki hingga topi atau kupluk, tas pinggang hingga tas carrier, aksesoris panjat pun ada semua.





Harga?
Dalam dunia bisnis pasti ada harga ada barang, begitu juga dengan Quechua. Mereka menjual dari harga yang terjangkau hingga harga yang bikin kantong kempes. Tapi tidak usah khawatir, saya sendiri pakai yang harga terjangkau tapi kualitasnya bisa bersaing dengan produk-produk terkenal dari dalam dan luar negeri.

Garansi?
Quechua memberikan garansi hampir semua produknya rata-rata 2 tahun. Ini yang penting, dapat harga murah ada garansi kan enak. Tapi semua harus ikut aturan yang berlaku  dari Quechua ya. Garansi ini berlaku secara internasional loh.

Dimana bisa membeli?
Untuk membantu Sobat bonekpacker mendapatkan barang yang berkualitas dengan harga terjangkau, ada online shop yang menjual Quechua dan beberapa produk outdoor lainnya seperti Tribord yang fokus pada water sport dengan produk yang laris adalah Easybreath Snorkling Masker. Kemudian ada Nabaiji yang fokus dalam perlengkapan renang dengan produk larisnya adalah Handuk Microfiber Quick Dry. Kemudian Kalenji yang fokus pada olahraga lari.

Link berikut langsung memudahkan Sobat untuk berkunjung ke akun Abiq Labiqa Store :
https://www.bukalapak.com/arasurvivor
https://www.tokopedia.com/abiq
https://shopee.co.id/abiqlabiqa

Fast response bisa langsung WA no 081 220 440 241.

Beberapa produk outdoor yang dijual Abiq Labiqa Store


Read More »

Tuesday, 22 November 2016

Mendaki dengan Buah Hati di Gunung Penanggungan


Gunung terbentuk dari efek pergerakan dua lapisan bumi yang saling bertumbukan. Bagian yang kuat akan masuk ke lapisan terdalam sedangakan bagian yang lemah akan naik ke atas dan menjadi gunung. Bagian di dalam permukaan tanah ini tak kalah besarnya dengan bagian yang terlihat  di atas permukaan tanah. Gunung juga dianggap sebagai paku bumi agar tanah tidak mudah labil dan menjaga agar magma tetap berada di dalam permukaan tanah. 

Tanah di pegunungan umumnya subur-subur sehingga mudah ditumbuhi oleh berbagai vegetasi yang beranekaragam. Perbedaan vegetasi akan berbeda berdasarkan tingkat ketinggian permukaan tanah. Hampir semua tanah di Indonesia bisa dimanfaatkan sebagai pertanian dan perkebunan. Khusus untuk sayuran agar mendapatkan hasil yang maksimal biasa ditanam pada ketinggian 600 - 2500 mdpl (meter di atas permukaan laut). 

Selain sayuran, hutan-hutan perkebunan rakyat juga sering dijumpai pada ketinggian itu. Sedangkan pada bagian atasnya sudah masuk kawasan hutan lindung yang harus kita jaga kelestariannya. Karena hutan lindung ini memiliki peran yang sangat vital bagi seluruh kehidupan termasuk manusia. Semakin besar ukuran pohon, semakin banyak dan kuat akarnya mencengkram tanah sehingga erosi tanah maupun tanah longsor bisa dihindari. Selain itu akar-akar pohon ini dapat menyimpan cadangan air di dalam tanah sehingga tidak ada lagi kekeringan lahan yang berdampak kebakaran hutan. 

Hutan juga menjadi tempat tinggal berbagai jenis hewan. Semakin alami hutan akan semakin sering kita menjumpai hewan-hewan tersebut sedang beraktifitas. Kicauan burung dan tonggeret tidak akan berhenti bernyanyi meramaikan kesunyian hutan. Kupu-kupu dengan berbagai warna-warni dan ukuran terbang tanpa rasa takut hinggap ke badan kita. Tupai dan monyet saling berlompatan di antara dahan-dahan pohon yang rapat. Kalau beruntung kita juga akan menjumpai beberapa hewan langka seperti elang, trenggiling, rusa, bahkan kucing hutan atau macan. 

Sayang, suasana tersebut tidak kami dapat ketika mendaki ke Gunung Penanggungan 12 November 2016 kemarin. Karena pohon-pohon berukuran besar sudah mulai menipis jumlahnya. Namun saya bersyukur masyarakat setempat mulai sadar dan secara bertahap melakukan reboisasai dengan menanam pohon-pohon baru dan mewajibkan kepada para pendaki agar membawa turun sampahnya kembali. 

Sekilas Gunung Penanggungan
Gunung Penanggungan terletak di Kabupaten Mojokerto, Kecamatan Trawas, Provinsi Jawa Timur. Gunung Penanggungan memiliki bentuk starto vulcano (segitiga) dengan status gunung tidak aktif. Walaupun disebut tidak aktif tetapi banyak orang (termasuk saya) beranggapan gunung di Pulau Jawa adalah gunung tidur yang suatu saat akan bangun. Ketinggian puncak Gunung Penanggungan 1653 mdpl.

Jalur pendakian ke puncak Gunung Penanggungan bisa ditempuh melalui beberapa rute yaitu Jolotundo, Ngoro dan Tamiajeng. Rute Jolotundo dan Ngoro lebih lama namun bisa menjumpai banyak situs bersejarah peninggalan kerajaan Mojopahit. Sedangkan rute Tamiajeng memiliki waktu tempuh tercepat namun memiliki kemiringan hingga 45 derajat sehingga butuh stamina dan tenaga yang lebih.

Mengapa Pilih Penanggungan untuk Pendakian Perdana?
Gunung Penanggungan merupakan gunung dengan jalur pendek dan mudah di akses oleh transportasi umum. Medannya tidak kalah dengan gunung-gunung lain yang lebih tinggi. Gunung ini sering diibaratkan sebagai kembarannya Gunung Semeru karena bentuknya yang mirip. Pemandangan lampu kota pada malam hari juga sangat indah apabila cuaca sedang cerah dari puncak.

Pos 1 Perijinan Gunung Penanggungan

Gunung Penanggungan merupakan gunung yang sering dijadikan tempat pembelajaran untuk pendakian awal dan Diklatsar Pencinta Alam dari Surabaya, Malang, dan Mojokerto.  Karena waktu yang terbatas dan tujuan kami hanya mengenalkan gunung terhadap buah hati, maka Gunung Penanggungan jadi pilihan kami.

Mendaki dengan Buah Hati
Sebagai seorang pendaki, sudah sejak lama saya mengidamkan bisa mendaki gunung dengan istri dan anak kami. Dan itu pun baru keturutan tanggal 12 November 2016 kemarin ketika saya ambil cuti untuk menjemput anak dan istri saya yang lebih dahulu mudik sejak Idul Adha lalu. Niatnya mau mendaki sendirian tapi ada teman SMA yang memang sehobi bahkan istrinya sudah gatel kaki semenjak mereka bulan madu ke Rinjani 2 tahun lalu hingga sekarang belum naik gunung lagi karena kehadiran buah hati mereka. Jadilah kami pergi 2 pasang keluarga dengan buah hati masing-masing dan tambahan adik saya, Aan, dan sepupu saya, Dini, menemani pendakian perdana untuk si kecil.
Gak janjian baby carrier-nya samaan.
Labiqa, berumur 1 tahun 6 bulan, lahir di pulau kecil perbatasan Indonesia yang sudah beberapa kali kami ajak ke pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Batam. Sedangkan anak teman saya, Rahma, berumur 1 tahun 4 bulan. Kedua bayi ini sama-sama perdana dalam mendaki gunung. Lucunya bila Labiqa bangun, maka Rahma tidur begitu sebaliknya. Jadi interaksi antar dua bayi ini tidak maksimal. Mungkin keduanya sudah memiliki insting survival yaitu satu berjaga dan satunya lagi istirahat. (Jagain emak bapaknya biar gak pacaran di gunung)

Setibanya di Pos Perijinan kami mendaftarkan diri dan membayar retribusi Rp10.000 per orang ditambah bonus 2 tas kresek besar untuk tempat sampah. Kami mulai pendakian sekitar jam 3 sore. Perjalanan dari Pos 1 Perijinan Tamiajeng ke Pos 2 memiliki medan yang landai dan sedikit naik. Diperlukan waktu kurang dari 30 menit untuk sampai ke Pos 2. Di sepanjang jalur pendakian masih terlihat vegetasai yang didominasi perkebunan rakyat. Di Pos 2 ini terdapat dua warung yang menjajakan makanan ringan dan minuman. Serta toilet darurat di belakang warung. Tersedia jasa isi baterai HP sampai penuh dengan biaya yang sangat terjangkau. Di Pos 2 ini juga menjadi batas kebun rakyat dengan hutan hujan tropis. Karena haus setelah naik motor hampir 2 jam dari rumah kami guyur dengan segelas teh hangat manis untuk menambah sedikit kalori. Labiqa pun tak kalah minta beberapa teguk teh hangat dan kue cucur favoritnya bekal dari rumah. 

Dari Pos 2 kami berjalan kaki kurang dari satu jam menuju ke Pos 3. Medannya sedikit menanjak melewati hutan dengan jalanan yang sedikit licin karena semalaman diguyur hujan lebat. Informasi itu kami dapat dari para pendaki yang turun berpapasan dengan kami. Pos 3 hanya sebuah shelter dari kayu yang cukup untuk kapasitas 8 - 10 orang. Pos ini dijadikan tempat berteduh sementara bila terjadi hujan. Di sekitar pos juga terdapat lahan kosong dan datar yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda. 

Coy dan Suci telah pergi duluan karena Rahma tidak suka duduk di baby carrier terlalu lama. Jadi mereka berdua kami persilahkan jalan dahulu. Sedangkan kami berempat berjalan santai sambil bergantian membawa tas daypack karena istri dan sepupu saya juga pendaki perdana. Minimal mereka berdua merasakan beban logistik yang harus dibawa bergantian. Ketika salah satu dari mereka lelah membawa tas, maka tas yang lebih ringan diberikan kadang salah satu dari mereka tidak membawa barang untuk mengurangi istirahat yang terlalu lama. Karena semakin lama duduk akan semakin mudah lelah dan badan cepat kedinginan. Kerja jantung dan paru-paru juga tidak bagus.

Labiqa yang semenjak awal excited dengan pendakian ini apalagi ketika berpapasan dengan para pendaki yang naik maupun turun. Ketika dia melihat mereka mendekat langsung bilang “Eh, ada lagi!”. Spontan para pendaki itu langsung menghampiri dan mengajak bercengkrama serta salaman dengan Labiqa. 

Dari Pos 3 ke Pos 4 jalan semakin menanjak dengan kemiringan sekitar 20° – 30° dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Jalan sangat licin dan banyak pohon-pohon muda yang rawan patah apabila ada yang bertumpuan pada batang pohon tersebut. Di beberapa titik terlihat sudah dibuat undakan tangga untuk memudahkan perjalanan. 

Lepas dari Pos 4 menuju ke Puncak Bayangan jalannya sudah miring 45°. Tanahnya padat namun licin banyak batu-batu yang mudah lepas dari tanah bila di jadikan tumpuan. Di tengah-tengah jalur terdapat batu-batu yang telah disusun menjadi tangga. Menurut istri saya jaraknya terlalu tinggi untuknya. Jadi lebih berat ketika menarik badan ke atas. Tapi tangga ini lebih aman daripada melewati jalur tanah di bawah.  
Jalur tangga kiri dan jalur air kanan
Tangga tersebut tidak selesai sampai ke puncak bayangan. Dan jalur setelahnya sama curamnya dengan jalur di sebelah. Hari sudah gelap adzan isya sudah berkumandang dan kami masih berjarak sepotong kuku dari puncak bayangan. Kami berhenti ketika melihat Suci duduk di antara semak-semak pinggir jalur untuk memberikan ASI kepada si Buah Hati. Sedangkan Coy sudah naik duluan untuk mempersiapkan tenda agar langsung bisa dipakai ketika kami sampai di Puncak Bayangan. Memang jaraknya tinggal l0 menit lagi sampai puncak. Tapi jalur yang licin  dan membawa bayi menjadikan kami harus berhati-hati dalam memilih langkah.

Setelah cukup lama istirahat dan sembari saya bujuk Suci agar tidak terlalu lama di sini  karena area lereng terbuka kasihan si Kecil kalau masuk angin, kami meneruskan perjalananan dan beruntung Coy sudah menyusul menjemput kami. Sambil menggendong Rahma dengan jarik, saya jadi membayangkan mungkin seperti ini gambaran orang jaman dahulu yang harus naik turun gunung bawa anak untuk pergi kesuatu tempat.

Sekitar jam 7.30 malam kami telah tiba di puncak bayangan. Tenda milik Coy sudah berdiri kokoh dengan kapasitas 4 orang dewasa. Namun saya dan adik saya tidak sreg dengan lokasi yang telah di pilih. Karena berada di depan jalur masuk pendakian dan area terbuka dekat dengan lereng. Akhirnya kami menemukan tempat yang tertutup oleh semak sehingga lebih terlindungi dari tiupan angin dan lebih hangat. Ternyata tempat itu adalah favoritnya adik saya kalau nge-camp di sini. 

Setelah kedua tenda berhasil berdiri kokoh, kami persilahkan kaum hawa untuk makan terlebih dahulu untuk mengembalikan kalori yang hilang. Menunya “Ayam Panggang Wak Sodron” yang sengaja di buatkan oleh Bapaknya Dini. Sedangkan kaum adam mempersiapkan parit dan flysheet agar kedua tenda bisa terhubung dan tidak kebanjiran kalau hujan.

Setelah makan kami sholat jamak maghrib dan isya kemudian lanjut tidur. Gak ada acara api unggun atau malam keakraban kali ini. Padahal bulan sedang purnama pre-Supermoon. Jadi tanpa penerangan senter sudah terang. Para personil sudah kelelahan kecuali dua bayi itu karena hanya duduk di baby carrier selama perjalanan dan sesekali nangis minta ASI atau makanan. Pas mau tidur rebutan nonton Upin & Ipin :-D .

Kaum hawa tidur di tenda milik Coy kapasitas 4 orang dan kaum adam tidur di tenda saya kapsitas 3 orang. Sambil nyobain Quechua Forclaz 3, tes suhu di luar ruangan pada jam 10 malam sekitar 15°C sedangkan di dalam tenda 28°C. Tidur jadi lebih nyenyak gak kedinginan seperti dahulu dan yang penting sirkulasi udara tetap terjaga. Karena saya gampang sesak nafas kalau pintu tenda tertutup. Efeknya ketika besoknya naik ke puncak pasti terkena hipoksia.


Nyobain Tenda Quechua Forclaz 3 duet dengan Eiger Olive 2

Puncak Bukan Tujuan Mendaki Gunung
Paginnya setelah sholat subuh kami masih malas-malasan untuk melanjutkan ke puncak karena melihat kondisi puncak sudah tertutup kabut dan resiko bila hujan apalagi membawa bayi. Kami putuskan untuk menikmati waktu pagi keakraban dengan minuman sereal dan kopi sambil menunggu si Kecil bangun dari tidur.

Jam 8 pagi Labiqa baru bangun itu pun sambil nangis karena gak biasa bangun pagi. Dan banguninnya pakai diinjak sama Rahma :P. Gak ada mandi pagi langsung sarapan mie rebus kari ayam, ayam panggang wak sodron yang masih nyammii, tempe goreng, nugget, telur orak arik, dan nasi.  Mantap banget logistiknya kalau sama si Buah Hati.
Cii Luuuk Baaaa!!!!!!!!!!!!!!!
Menu sarapan
Setelah makan kami packing dan membersihkan sampah-sampah disekitar agar bisa sekalian dibawa turun. Karena sampah-sampah ini akan mengganggu pematangan unsur hara tanah karena kontaminasi limbah non-organik. Kalau masih nyampah gak perlu naik gunung. So, bawa turun sampahmu!
Yang bersih ya om!!
Om A'an, Dede, Bapak
Sebelum turun, mengabadikan momen berharga dengan background puncak yang tertutup kabut. Sebagai bukti yang bisa di ceritakan kepada mereka kelak ketika sudah mengerti.

Jalan yang kami turuni tidak berbeda dengan yang kami daki kemarin sore. Justru lebih berat karena kaki menahan beban tubuh dan gravitasi ketika turun. Dari Puncak Bayangan ke Pos 4 masih sama sulitnya bahkan saya sendiri harus merayap seperti spiderman. Dari Pos 4 ke Pos 3 jalan masih licin jadi harus berhati-hati.

Batas Puncak Bayangan


Medan 45° Pos 4 - Puncak Bayangan

I am always behind you darling


Istirahat di Pos 4


Setelah tiba di Pos 2 baru santai dan istirahat hingga satu jam sendiri. Karena hujan gerimis datang. Nah, hujan-hujan begini cocoknya makan gorengan di cocol petis itu rasanya paling enak. Tambah cabai lebih joss lagi. Sayangnya mulut sedang sariawan jadi tidak bisa makan yang panas dan pedas. Baru kali ini Labiqa mau disuapin orang lain. Mungkin karena Suci punya anak yang seumuran. Jadinya saya bebas tugas nyuapin anak. hehehe...

Isi kalori tubuh sambil nunggu hujan reda
Salam Lestari!!
Alhamdulillah dua bayi kecil ini sudah merasakan dinginnya kabut, basahnya embun, main dengan kupu-kupu, mencium wanginya bunga, dan bisingnya gunung oleh para penikmat alam. Walaupun perjalanana tidak sampai puncak, semua tersenyum puas dan bahagia. Semoga kami bisa mengenalkanmu dengan gunung-gunung lainnya.


 Dear Sahabat Kecilku,
Sahabat kecilku, hutan ini dulu lebat dan tertutup rapat, rumput-rumput yang kamu injak ini juga lebih tinggi dari perutmu, burung-burung juga sering bercengkrama mendekati kami bahkan pernah menemani perjalanan kami hingga ke puncak.
Sahabat kecilku, saat itu dirimu sedang tertawa lepas mengejar kupu yang menari-nari diantara marigold, memandang jauh cakrawala yang luas, menggenggam erat tanah hitam yang kotor, dan menyibak kabut tipis dengan jemari mungilmu. 

Sekarang lihat sekitarmu, tempat ini lebih banyak didominasi oleh makhluk seperti kita, yang datang dan pergi hanya untuk menikmati malam atau sekedar bersenda gurau ditemani secangkir kopi hingga pagi. Tanpa memperhatikan penghuni aslinnya. Sampah plastik berserakan, puntung rokok masih menyala pun sering dijumpai di sepanjang jalur. Apakah ini mencerminkan seorang pendaki? Jawablah kalau sudah mengerti.
Apabila kamu melihat tanah longsor, banjir bandang, dan kebakaran hutan itu semua tak lain akibat dari ulah kita. Sahabat kecilku, ingatlah bahwa alam tidak meminta apapun dari kita, alam mengajari bagaimana untuk bersikap arif, bagaimana untuk memberi dan berbagi. Sepantasnya kamu juga harus arif dan berbagi dengan sekitarmu. 
Belajarlah mengenal dan bersahabat dengan alam, sebelum kamu bisa melakukan perjalananmu sendiri. Tak perlu menjadi pendaki sepertiku, tapi kamu harus tahu rasanya mendaki gunung. Untuk melatih mental, disiplin, mandiri, solidaritas, dan menambah syukurmu kepada Sang Cinta. 
Dan ingatlah ketika kamu mendaki gunung, puncak bukan sebuah tujuan utama, namun perjalanan kembali ke rumah dengan selamat adalah tujuan yang sebenarnya. Puncak hanyalah sebuah bonus dari sebuah rangkaian berbagi kesedihan, kelelahan, kebahagiaan, dan kebersamaan dengan orang-orang yang kita sayangi.

Coy, Rahma, Suci
Puri, Jay, Labiqa
Read More »

Friday, 30 September 2016

Bermimpi ke Tanah Flores dengan Travel Wish dari Tixton

Waktu kecil saya paling suka kalau diajak bertamsya ke Kebun Binatang Surabaya. Banyak koleksi hewan-hewan dari berbagai daerah bisa dijumpai di sini. Setiap berkunjung ke sini selalu menuju kedua tempat, yaitu kolam Duyung dan kandang Komodo. Keduanya adalah hewan yang eksotis dan terancam punah yang mewakili kehidupan di laut dan di darat. Sampai sekarang saya masih mengagumi kedua hewan tersebut. 

Adrenalin saya yang besar menyuruh saya untuk melihat Komodo di kerajaannya di Pulau Komodo. Dimana mereka hidup bebas dengan aturan rimbanya dan menjadi puncak rantai makanan. Tidak seperti di kebun binatang yang hidup terkekang oleh tembok pembatas yang tinggi menyebabkan hilangnya insting berburu mereka. Oleh sebab itu beberapa hari ini saya berselancar di dunia maya untuk mencari cara agar bisa mewujudkan liburan impan saya untuk pergi ke Pulau Komodo di Tanah Flores.

Kerajaan Komodo di Pulau Komodo
Komodo merupakan salah satu hewan endemik di Indonesia yang berstatus hewan langka. Karena jumlah yang terbatas dan hanya di terdapat di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Sejak 2009 lalu, tercatat 1300 ekor di Pulau Komodo dan sisanya tersebar di pulau-pulau kecil terdekat. Total keselurahan mencapai 2500 ekor. 

Komodo menjadi primadona bagi para wisatawan di seluruh dunia semenjak masuk dalam World Heritage Site. Hewan ini sangat eksotis memiliki gerakan yang lamban ketika sedang asik menikmati matahari atau sedang berteduh namun berubah sangat agresif ketika melihat mangsa buruannya. Komodo merupakan kadal terbesar di dunia dan digolongkan ke dalam hewan purba. Oleh sebab itu Komodo kerap kali disamakan dengan naga oleh para turis mancanergara, mereka menyebutnya dengan nama Komodo Dragon.

Secara ilmiah memiliki nama Varnus komodoensis yang diklasifikasikan ke dalam keluarga biawak dan reptil yang beracun. Racun yang terdapat pada air liur Komodo sebenarnya berasal dari berbagai macam bakteri yang tumbuh dengan baik dalam rongga mulut. Setiap kali mengunyah makanan jaringan gingiva yang meutupi giginya akan terkoyak sehingga akan terlihat sedikit darah yang keluar bersama liurnya. Apabila tergigit dan bisa melarikan diri, dipastikan mangsanya akan mati dalam keadaan terinfeksi bakteri dalam beberapa minggu kemudian. Sehingga para pengunjung yang kesini harus ekstra berhati-hati dan harus di kawal oleh petugas jagawana Taman Nasional Komodo. Kalau ada yang terluka atau sedang datang bulan, sebaiknya melapor terlebih dahulu kepada petugas agar lebih diperhatikan. 

Keindahan Tanah Flores
Selain memiliki kerajaan hewan purba, Pulau Komodo juga menawarkan keindahan alam yang luar biasa indah beserta budayanya. Masyarakat di sini benar-benar tahu bagaimana cara melestarikan kedua elemen kehidupan itu. Tanpa adanya kearifan warga setempat maka akan berimbas pada ekosistem yang ada di sekitar. Akibatnya bencana datang silih berganti.

Selain di Pulau Komodo, Tanah Flores ini masih menyimpan banyak sekali keindahan alam yang wajib dikunjungi. Dari atas laut ada pulau-pulau dengan pasir putih, pink, dengan bukit-bukit  yang dihiasi oleh permadani hijau. Sedangkan dari bawah laut terdapat ribuan species ikan, karang, dan air laut yang sejernih kristal. Hati siapa yang tidak akan terpikat. Membayangkan saja serasa ingin segera memulai perjalanan mengemasi barang dan memasukkannya kedalam tas carrier. Rasanya butuh lebih dari seminggu untuk mengunjungi daftar travel wish saya kali ini.

1. Loh Liang dan Loh Buaya
Foto dari Sumber 2
Foto dari Sumber 2
Loh Liang dan Loh Buaya adalah nama tempat di Taman Nasional Komodo yang letaknya di pulau yang berbeda. Loh Liang terletak di Pulau Komodo sedangkan Loh Buaya di Pulau Rinca. Jarak Kedua tempat ini sekitar 27 kilometer ditempuh selama 2 jam perjalanan laut menggunakan kapal yang khusus disewa untuk wisata ke sini dari Labuan Bajo. Katanya di Loh Liang memiliki ukuran Komodo yang lebih besar dari pada di Loh Buaya. Di Loh Liang menawarkan dua jenis tracking untuk melihat Komodo dari dekat, yaitu short track dan long track. Long track sendiri bisa mencapi 10 kilometer jalurnya. Sama halnya dengan Loh Liang, Loh Buaya menawarkan tiga jenis tracking mulai short track, medium track, dan long track.

  
2. Pulau Padar

Foto dari Sumber 2
Pulau Padar terletak di antara Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Dahulu Pulau ini pernah digunakan untuk memindahkan Komodo-komodo yang jumlahnya terlalu banyak di Pulau Rinca karena menyebabkan banyak korban jiwa. Namun sang Komodo berenang kembali ke Pulau Rinca karena lebih banyak makanan yang didapat. Sehingga sekarang sudah tidak ada lagi Komodo yang tinggal di Pulau Padar. Pulau kecil ini di dominasi oleh rerumputan dengan kontur berbukit yang sangat menakjubkan serasa bukan berada di Indonesia.

3. Pink Beach
Foto dari Sumber 2
Pink Beach atau Pantai Merah Muda terletak di tenggara Pulau Komodo. Untuk menuju kesini meggunakan perahu dengan jarak tempuh sekitar 30 menit dari Loh Liang. Disebut Pink Beach karena pasir pantai di sini berwarna merah muda. Hal ini terjadi karena campuran pasir laut dan tanah merah yang berasal dari pecahan Foraminifera (sejenis kerang-kerangan). Pink Beach merupakan salah satu dari tujuh pantai berwarna pink di dunia. Tentunya kita harus bangga mempunyai tempat yang bisa mewakili dunia. Selain memiliki pantai yang unik, di bawah permukaan lautnya ada berbagai macam biota laut yang  selalu menunggu kehadiran kita untuk menjadi perhatian dunia. Kalau kesini  wajib snorkling atau diving tentunya.


4. Manta Point
Foto dari Sumber 2
Manta atau sting ray atau ikan pari sangat mudah di jumpai di sini. Spot ini terletak 1,5 jam dari Loh Liang menggunakan kapal. Karena arus laut yang kuat, di sarankan untuk tidak menyelam terlalu dalam, cukup bersnorkling saja. Manta adalah ikan yang cukup pemalu, memiliki gerakan yang lamban dan suka bersembunyi di balik pasir. Namun hati-hati terhadap duri di punggung ekornya yang bisa menyebabkan kematian.

5.Pulau Bidadari
Foto dari Sumber 3
Pulau Bidadari terletak di dekat Labuan Bajo. Pulau ini sudah dimiliki oleh warga berkebangsaan Inggris dan dijadikan sebuah resort. Di Pulau ini menyajikan kecantikan bawah laut yang luar biasa juga. Mereka sangat menjaga ekosistem biota laut disekitar Pulau Bidadari. Sampai-sampai tidak sembarangan kapal boleh lewat maupun turun jangkar. Saking jernihnya, dari atas kapal bisa melihat terumbu karang dan ikan-ikan yang cantik.

6. Wae Rebo
Foto dari Sumber 2
Wae Rebo adalah sebuah desa yang terletak 108 kilometer dari Labuan Bajo. Uniknya desa ini hanya memiliki 7 bangunan sebagai tempat tinggal penduduknya. Tidak boleh di tambah dan tidak boleh di kurangi, begitulah tradisi tersebut ada sejak jaman nenek moyang kita. Mbaru Niang adalah nama bangunan tersebut yang merupakan rumah besar berbentuk kerucut  memiliki empat lantai. Setiap Mbaru Niang bisa ditempati 7 sampai 8 keluarga. Apabila ada warga yang tidak mendapatkan jatah, maka berhak untuk berpindah ke desa terdekat. Mbaru Niang dinobatkan sebagai konservasi warisan budaya oleh UNESCO pada 2012 lalu. Wae Rebo terletak di ketinggian 1200 mdpl bagaikan negeri di atas awan yang jauh dari hiruk pikuk kota. Karena untuk menuju kesini harus tracking sekitar 9 kilometer dari desa Dange, desa terdekat ke Wae Rebo.

7. Danau Kelimutu
Foto dari Sumber 2
Gunung Kelimutu terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores. Gunung ini merupakan gunung berapi aktif yang memiliki tiga buah danau berkawah yang bisa berubah warna setiap saat. Danau Kelimutu di bagi atas tiga bagian. Danau berwarna biru atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau "Tiwu Ata Polo" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau "Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal. Keunikan danau ini juga membuat danau ini menjadi magnet bagi para wisatawan mancanegara.

8. Kampung Adat Bena
Foto dari Sumber 2
Merupakan kampung tua yang ada sejak jaman megalitukum yang terletak di Kabupaten Ngada. Terbukti dari banyaknya batuan-batuan yang menjadi hiasan arsitektur di desa ini. Penduduk Bena sama seperti Penduduk di Wae Rebo, mereka lebih memilih tertinggal dari teknologi demi menjaga kearifan terhadap alam. Bangunan rumah di sini sangat sederhana, mengikuti kontur tanah yang ada. 

Perbekalan
Untuk memulai perjalanan saya harus mempersiapkan perbekalan selama perjalanan di sana. Mulai dari pakain, alat mandi, alat sholat, P3K, lotion anti nyamuk, snorkling, uang saku, dan tentu saja fisik yang kuat. Selain itu saya harus mencari hotel terdekat dengan daftar kunjungan wisata tersebut di Tanah Flores. Beruntung ada Tixton yang membantu saya dalam memberikan referensi hotel termurah sesuai dengan keinginan saya.

Apa itu Tixton?
Tixton adalah sebuah e-commerce pencarian hotel yang memberikan harga hotel termurah sesuai dengan pilihan kita. Liburan impian kita bakalan jadi kenyataan dengan melakukan booking online yang mudah dan user friendly. Tersedia berbagai hotel di kota-kota besar yang memiliki tujuan destinasi wisata favorit. Tixton berani memberikan diskon hingga  40% dari harga rata-rata e-commerce lainnya.

Tixton berimpian untuk mewujudkan rasa tidak perlu khawatir dengan biaya perjalanan yang mahal, maupun membeli reservasi hotel yang lebih murah namun tidak dapat diuangkan kembali. Tixton akan membantu kita untuk Save Money Simply.

Apa Kelebihan Tixton?
Selain harga yang murah, Tixton juga memberikan ekstra diskon 20% setiap teman yang kita ajak bergabung mendaftar ke Tixton. Sedangkan teman yang mendaftar akan mendapatkan keuntungan berupa Tixton Coin sebesar Rp50.000. Caranya Sobat tinggal DAFTAR untuk melakukan registrasi. Cara registrasi akan saya bagi di bawah nanti. Kita juga bisa mendapatkan bonus referal dari setiap transaksi yang dilakukan oleh referal kita.

Sudah menyiapkan segala sesuatu hingga mendekati hari H keberangkatan tapi perjalanan dibatalkan karena suatu alasan. Tak perlu khawatir kehilangan uang dari booking hotel dimanapun kita melakukan reservasinya. Kita hanya perlu menjual kembali reservasi hotel kita ke situs Tixton sesuai dengan aturan yang berlaku.



Cara Membuat Akun di Tixton
Cara membuat akun di Tixton sangat mudah sekali dan langsung dikonfirmasi ke email kita. Lebih lengkap caranya, simak baik-baik di bawah ini:
1. Pertama-tama masuk ke situs Tixton pada link berikut. DAFTAR.
2. Setelah tampil halaman seperti dibawah ini, lakukan pengisian data diri berupa alamat email, kata sandi, nama, alamat, tanggal lahir, mata uang, tempat tinggal, dan centang setelah membaca syarat dan ketentuan yang berlaku.

3. Masuk ke akun email kita dan tunggu email konfirmasi di kirim dari Tixton. Nanti kita akan diminta untuk mengklik link konfirmasi bahwa akun Tixton tersebut akan diaktifkan.

Mudah bukan pembuatannya, akun kita bisa langsung aktif saat itu juga. Selain fitur pembelian dan penjualan reservasi hotel, Tixton juga memiliki fitur Travel Wish Tixton dimana liburan impan kita akan terkabul dengan melakukan permintaan pencarian melalu halaman tersebut. Mau tahu cara mudah dapatkan harga TERMURAH di hotel idaman?


1. Pada menu bar di atas halaman utama terdapat tulisan My Travel Wish. Kita hanya perlu mengklik tulisan tersebut untuk membuat travel wish.
2. Setelah itu, isikan data diri kita pada halaman seperti di bawah ini. Pilih kota tujuan yang kita inginkan, kemudian masukkan tanggal check in dan check out yang di inginkan. Pilihan berikutnya bebas mau diisi spesifik bila sudah tahu nama hotelnya atau minta di carikan rekomendasi sesuai budget yang kita mau. Kalau saya, mending memilih pilihan yang kedua.

3. Pastikan sudah mengklik syarat dan ketentuan yang berlaku. Kemudian Klik BUAT TRAVEL WISH.
4. Setelah itu kita akan mendapatkan pemberitahuan bahwa Genie si Mesin Pencari dari Tixton akan mencarikan rekomendasi hotel sesuai dengan budget yang telah kita masukkan. Dan kita diharap bersabar untuk menunggu pemberitahuan via email. 

5. Masuk kembali ke halaman My Travel Wish untuk melihat detail hotel yang direkomendasikan. Apabila cocok, klik Submit dan lakukan pembayaran dengan metode yang telah disediakan. Bisa menggunakan kartu kredit dan ATM transfer.

Promo Wisata Akhir Tahun 2016
Selain Travel Wish Tixton, ada promo wisata akhir tahun 2016 yang hadiahnya sangat menggiurkan para treveller sejati yaitu dua tiket pesawat untuk setiap pemenang bulanan dan uang saku lima juta rupiah. Jadi masih ada kesempatan buat kita untuk ikut berpartisipasi dalam memperoleh hadiah ini. Periode promo pemesanan hotel tepat pada 17 Agustus 2016 - 16 November 2016 dan tanggal menginap di hotel bertepatan pada periode travel 1 Desember 2016 - 28 Februari 2017. Setiap pemenang akan di undi pada tanggal 18 dan akan diumumkan setiap tanggal 20.



Cara Partisipasi Promo Wisata Akhir Tahun 2016 :

  • Masukkan hotel pilihan dan tanggal perjalanan kamu ke Travel Wish Tixton , lalu share ke social media (Facebook / Twitter) setelah selesai mengisi form Travel Wish.
  • Dalam 24 jam, Tixton akan memberikan penawaran dengan harga lebih rendah ke kamu (tergantung availability kamar dari pihak hotel)
  • Lakukan pembelian kamar sebelum periode promo berakhir
  • Like Facebook dan Twitter @TixtonAsia dan simak terus pengumuman pemenang yang akan diundi dan diumumkan setiap bulan!
  
Buruan daftarkan diri Sobat untuk menjadi pemenang dalam Promo Wisata Tixton ke tempat yang Sobat impikan. 



Sumber :
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Komodo

2. https://qaedif.wordpress.com/2015/01/
3. https://intaninchan.wordpress.com/2012/10/17/
4. https://www.tixton.com
dan berbagai sumber lainnya.



Read More »

Tuesday, 20 September 2016

Cara Mengatasi Gatal Akibat Daun Jelatang dan Pulus

Di artikel sebelumnya saya telah mengulas tentang Daun Jelatang dan Daun Pulus. Secara klasifikasi keduanya merupakan tanaman yang berbeda namun kebanyakan orang Indonesia beranggapan sama karena keduanya memiliki rambut halus di seluruh bagian daun bahkan batangnya sehingga apabila kita menyentuhnya akan menyebabkan rasa gatal dan panas yang luar biasa. Kalau teman saya bilang, ibarat di gigit sepuluh semut di satu bagian. Kondisi tersebut berbeda-beda tergantung dari ketahanan tubuh masing-masing. Apabila Sobat tersengat Jelatang maupun Pulus, ada beberapa cara untuk mengurangi rasa sakitnya.

Bentuk daun Jelatang. Sumber
1. JANGAN DIGARUK
Reflek manusia kalau kulit terasa gatal adalah dengan menggaruknya. Biasanya semakin digaruk semakin nyaman. Tapi beberapa saat kemudian rasa nyaman itu berangsur-angsur berubah menjadi petaka. Gatal atau peradangan akan semakin menyebar di sepanjang bekas garukan tangan Sobat. Mengapa demikian? Karena setiap miang/rambut halus yang tertancap pada kulit mengandung senyawa asam formiat yang mudah meresap ke pori-pori kulit. Ketika Sobat menggaruk kulit, maka secara tidak langsung senyawa tersebut menempel di balik kuku dan menyebar tepat di jalur di mana Sobat menggaruk. 

2. JANGAN TERKENA AIR
Air akan membantu sebagai media penyebaran senyawa asam formiat di permukaan kulit. Memang susah untuk menghindari diri dari air, apalagi badan mudah sekali berkeringat. Gunakan handuk lembut atau tisu untuk menghilangkan keringat. Jangan di usap karena permukaan tisu dan handuk bisa jadi sebagai media untuk perpindahan senyawa dan miang. Jadi cukup di tempelkan saja. Simpan di tempat yang aman setelah dipakai.

3. MENCABUT MIANG
Apabila Sobat tidak segera mencabut miang/rambut halus dari  Jelatang dan Pulus maka efek gatal dan panas akan lebih lama. Mencabut miang/rambut halus dari  Jelatang dan Pulus  ada banyak cara, seperti :
  • Menggunakan  solasi atau lakban. Rekatkan solasi/lakban pada daerah kulit yang terasa gatal dan panas. Setelah dirasa sudah rekat, tarik dengan hati-hati. Amankan solasi/lakban yang telah dipakai agar tidak tersentuh orang lain. Ulangi beberapa jam kemudian apabila efek panas dan gata masih terasa. 
  • Menggunakan nasi atau ketan yang masih hangat. Tempelkan nasi/ketan yang masih hangat ke daerah kulit yang terasa gatal dan panas. Tarik secara perlahan dan buang nasi/ketan tersebut ke tempat yang amam. Ulangi sampai di rasa tidak ada keluhan lagi.
  • Menggunakan tanah gembur. Tanah gembur sangat mudah didapatkan di sepanjang jalur pendakian. Dengan mengusapkan tanah gembur secara perlahan pada daearah kulit yang terasa gatal dan panas maka akan membuat miang/rambut halus ikut tercabut. Tanah juga bersifat menetralisir senyawa. 
  • Menggunakan rambut. Sebagian orang percaya bahwa mencabut miang/rambut halus bisa dengan cara menggosokkan rambut ke bagian kulit yang sakit secara perlahan dan searah. Usahakan posisi kepala menunduk sambil duduk. agar miang/rambut halus tidak tersebar kemana-mana. Cara ini lebih cocok untuk yang terkena di tangan.
  • Menggunakan permen karet. Permen karet yang sudah tidak manis lagi bisa bermanfaat sebagai perekat untuk mengambil miang/rambut halus. Tinggal menempelkan saja secara perlahan ke kulit yang iritasi. Pastikan membuang di tempat yang sudah Sobat siapkan. 
  • Menggunakan getah pinus. Getah pinus yang sudah mengental akan berbentuk seperti permen karet. Caranya seperti menggunakan permen karet dan cara ini lebih baik karena lebih ramah lingkungan. getah pinus tadi bisa di pakai untuk membuat api. Jadi tidak meninggalkan sampah.
 4. GANTI PAKAIAN YANG LONGGAR
Setelah ketiga cara tadi diikuti dengan benar, gantilah pakain Sobat dengan yang baru dan longgar. Karena kemungkinan besar ada miang/rambut halus yang ikut menempel di pakaian tersebut. Selain longgar usahakan pakaian mudah menyerap keringat. Apabila dirasa basah segera ganti dengan yang baru lagi.

5. MINYAK ANGIN ATAU BEDAK ANTIHISTAMIN
Sembari berganti pakain, olesi dengan minyak angin secukupnya untuk mengurangi rasa gatal dan perih. Bisa juga menggunakan bedak gatal antihistamin yang ditaburkan merata di seluruh kulit yang iritasi.

Selain kelima cara tersebut yang dilakukan secara berurutan, ada cara alternatif apabila ada satu atau beberapa cara di atas yang tidak bisa dilakukan, yaitu:

1. Getah Tanaman Pacing
Tanaman ini sering terlihat tumbuh tidak jauh dari  Jelatang maupun Pulus. Kandungan antipuritic pada tanaman Pacing sangat membantu meringankan rasa gatal dan panas. Apabila tergigit oleh serangga bisa juga dengan mengoleskan getah Pacing.


2. Getah Batang Jelatang
Ada referensi yang mengatakan untuk mengobati  racun harus dengan racun tersebut. Seperti mengatasi bisa ular dengan ekstarksi penawar ular yang telah diambil dari racun ular tersebut. Getah dari batang katanya bisa sebagai penawar gatal. namun efek yang ditimbulkan juga berbeda-beda tiap orang. Selain getah ada referensi lain tentang teh daun jelatang. Saya sendiri tidak berani menyarankan alternatif ini karena kurangnya pemahaaman saya tentang tanaman beracun.

Dahulu ketika terkena sengatan  Jelatang maupun Pulus saya sendiri tidak tahu cara mengobatinya bagaimana. Berjam-jam harus menikmati gatal dan panas yang tiba-tiba muncul dan hilang. Entah dipengaruhi perubahan suhu atau karena gesekan kain pada kulit. Karena pernah mengatasi gatal akibat terkena ulat bulu, akahirnya saya coba cara yang sama yaitu dengan menggosokan kulit yang iritasi ke rambut. Kebetulan waktu itu sakitnya di kaki. jadi harus menekuk kaki sampai ke kepala. Berasa sedang latihan yoga. Kemudian baru tahu kalau menggunakan pasir lebih efektif dari pada rambut yang beresiko menyebar kemana-mana.

Sebaik-baiknya cara mengatasi sengatan  Jelatang dan Pulus, lebih baik kita menjaga agar terhindar dari sengatannya dengan cara mengunakan pakain yang sesuai, aman, dan nyaman ketika masuk ke dalam hutan. Dan Selalu berdoa kepada Tuhan agar diberi kemudahan serta keselamatan sampai balik ke rumah masing-masing. Semoga cara mengatasi gatal akibat daun  Jelatang dan Pulus di atas bisa membantu.

Read More »

Tuesday, 13 September 2016

Pulus Kerabat Jelatang si Daun Penyengat

Kalau sobat pernah tersengat Jelatang, mungkin Sobat pernah juga tersengat Pulus. Tapi semoga saja tidak pernah. Karena gatal yang disebabkan Pulus menurut saya lebih menyengat dan lama. Karena miang atau rambut pada permukaan daun lebih halus daripada Jelatang. Dari kejuahan seolah-olah seperti daun biasa yang mengkilap. Tetapi begitu mendekat akan terlihat miang yang sangat halus. Kalau disuruh membandingkan Jelatang Kerbau dengan Pulus, saya tidak tahu. Karena saya tidak mau mencoba untuk menikmati sakit.

Tunas muda daun Pulus. Sumber
 
Tanaman Pulus. Sumber
Pulus (Laportea stimulans) merupakan tanaman perdu yang hidup di hutan hujan tropis mulai dataran rendah sampai dataran tinggi. Tanaman ini sering disamakan dengan Jelatang  karena sama-sama bermiang dan menyebabkan gatal bila tersentuh. Beberapa sumber kerap memaparkan bahwa banyak orang yang menyebutkan dengan nama Kemadu. Namun semuanya berbeda spesies. 

Daun pulus berbentuk undulate (seperti tembakau) namun ketika masih muda akan terlihat sedikit bergerigi di pinggir daun. Daun berwarna hijau  dengan batang tegak coklat.Tanaman ini bisa tumbuh besar hingga 5 - 7 meter apabila tidak di ganggu manusia.

Racun yang terdapat dalam tanaman ini sama seperti Jelatang, yaitu asam format. Asam format juga terdapat dalam racun lebah dan semut. Oleh sebab itu asam ini juga sering dijuluki sebagai asam semut. 

Apabila terkena sengatan daun pulus, Sobat bisa memberikan pertolongan pertama dengan menggosokkan tanah gembur secara perlahan ke kulit yang terkena sengatan untuk menghilangkan rambut halus yang menempel. Kedua bisa menggunakan getah daun Pacing. Tanaman ini biasa ditemukan berdekatan dengan Pulus. Untuk lebih lengkap cara mengatasi gatal akibat sengatan daun Jelatang dan Pulus, Sobat bisa membaca di artikel ini.

Pacing Merah. Sumber
Saya juga pernah terkena Pulus ketika mengantar DIKLAT adik-adik SMA ke Gunung Butak di Trawas, Mojokerto. Jalan yang saya lewati merupakan hutan yang sangat tertutup. Tidak ada jalan setapak yang jelas. Karena saat itu kami sedang melakukan navigasi darat menembak ke Cemoro Angkruk.  Kesalahan saat itu tidak menggunakan sepatu. Sehingga bagian punggung kaki saya mengalami gatal dan panas dari siang sampai dini hari. Paginya gatal sudah berkurang karena sering saya olesi minyak kayu putih. Namun tetap saja ketika kulit tersenggol kain rasa gatal dan panas menyerang kembali.

Selain beracun, tanaman ini telah teruji sebagai bahan obat dalam dosis tertentu. Namun dengan teknologi dan pengolahan yang tepat untuk mengekstrasikannya. Jangan asal membaca sebuah artikel kalau tanaman ini bisa untuk obat trus dicoba tetapi efek yang didapat malah gatal dan panas di sekujur tubuh. 

Pulus memiliki kandungan vitamin A, C dan zat besi di dalamnya sangat tinggi. Bagian tumbuhan yang telah dimasak disebutkan memiliki kandungan protein sebesar 7%, kandungan ini termasuk tertinggi diantara tanaman pohonan yang lain.
Read More »

Monday, 12 September 2016

Jelatang si Daun Penyengat

Saya sendiri pernah terkena Jelatang di beberapa pendakian. Ketika melakukan pendakian di Gunung Argopura di Situbondo 10 tahun yang lalu, kulit di tangan saya mengalami gatal-gatal dan panas. Rasanya seperti di tusuk-tusuk, semakin digaruk semakin perih. Anehnya tak ditemukan bekas luka atau bekas sengatan serangga. Berjam-jam harus merasakan perih dan gatal selama mendaki gunung terpanjang di Jawa itu, puncak kediaman Para Dewa.


****


Jelatang dengan daun bermiang yang beracun. Sumber


Jelatang memiliki nama latin  Toxicodendron radicans merupakan tanaman semak dengan daun bermiang yang hidup di daerah kelembaban tinggi. Bentuk daun Jelatang ada beberapa macam, ada yang menjari dan ada yang lurus. Tanaman ini tumbuh vertikal berbatang dengan ketinggian mulai 10 cm sampai 100 cm. Miang atau rambut halus di permukaan daun apabila tersentuh akan menyebabkan gatal dan panas. Jelatang kerap kali disamakan dengan Pulus, padahal secara morfologi saja sudah berbeda. Yang membuat sama adalah keduanya memiliki sistem pertahanan miang atau rambut halus beracun yang menyebabkan gatal dan panas.
 
Bentuk daun Jelatang. Sumber

Tanaman ini diklasifikasikan dalam Ordo: Sapindales, Famili: Anacardiaceace, Genus: Toxicodendron, Species: T. radicans. Dari genus-nya saja sudah terlihat beracun (toxic).

Jelatang memiliki nama lain di berbagai daerah di Nusantara. Seperti di Bengkulu, Jelatang digolongkan menjadi 3 berdasarkan kadar racunnya. Jelatang ayam merupakan jenis Jelatang dengan kadar racun rendah. Tanaman ini memiliki daun berukuran kecil. Kemudian Jelatang kambing memiliki kadar racun yang sedang. Tanaman ini memiliki ukuran daun yang lebih lebar. Dan yang terakhir Jelatang kerbau yang memiliki kadar racun paling tinggi. Nyerinya bisa sampai semingguan bahkan berminggu-minggu. Tanaman ini memiliki daun yang lebarnya hingga 30 cm.

Di Jawa Timur para pendaki menyebut Jelatang  sebagai Daun Jancukan atau Ri Jancukan (umpatan dalam bahasa Surabaya). Konon nama Jancukan diambil dari umpatan-umpatan yang keluar dari mulut mereka ketika tersengat Jelatang.

Di Bali, tanaman ini dikenal sebagai Lateng. Biasa ditanam di pinggir kebun sebagai pagar karena bisa mengusir hewan-hewan perusak hasil kebun.

Sebenarnya racun yang dihasilkan Jelatang adalah sebagai alat perlindungan diri terhadap hewan pemakan tumbuhan. Namun ada beberapa hewan yang dengan anteng menikmati Jelatang, seperti ulat kupu-kupu admiral dan kaisar. Karena mengandung kaya akan mineral yang dibutuhkan.

Secara kimiawi, Jelatang memiliki kandungan Monoridine, Tryptophan, Histidine, Alkaloid, Flavonoid, Asam Formiat dan Authraguinones. Asam formiat atau asam format-lah yang bertanggung jawab terhadap efek sengatan dari miang Jelatang. Asam format ditemukan juga pada lebah dan semut.

Banyak para pendaki gunung yang takut terhadap teror daun Jelatang. Karena medan yang terjal dan tertutup, membuat para pendaki terkadang kurang memperhatikan jenis tanaman apa saja yang ada di sebelahnya. Sehingga secara tidak sadar menyentuh permukaan kulit tangan maupun kaki. Kalau ketemu hewan buas masih bisa lari atau mempertahankan diri. Kalau ketemu satu Jelatang, pasti sudah banyak Jelatang yang lain  di sekitar yang mengepung.

Ada beberapa referensi cara mengatasi nyeri akibat sengatan Jelatang:
1. Mencabut rambut halus / miang di kulit dengan lakban atau nasi panas sehingga menempel
2. Menggunakan getah batang Jelatang sendiri
3. Menyeduh teh daun Jelatang yang sudah kering
4. Menggunakan minyak angin atau balsem.
5. Menggosok kulit ke rambut atau menggosok secara lembut dengan tanah.

Untuk lebih detail mengenai cara mengatasi gatal akibat daun Jelatang dan Pulus bisa membaca artikel ini.

Saya sendiri pernah terkena Jelatang di beberapa pendakian. Ketika melakukan pendakian di Gunung Argopura di Situbondo 10 tahun yang lalu, kulit di tangan saya mengalami gatal-gatal dan panas. Rasanya seperti di tusuk-tusuk, semakin digaruk semakin perih. Anehnya tak ditemukan bekas luka atau bekas sengatan serangga. Berjam-jam harus merasakan perih dan gatal selama mendaki gunung terpanjang di Jawa itu, puncak kediaman Para Dewa. Ternyata selama melewati jembatan pohon tumbang tadi saya menyenggol Jelatang. Di Gunung Argopura hampir setengah jalur pendakian akan di jumpai Jelatang.


Sebaik-baiknya obat, lebih baik kita menjaga agar tidak terkena Jelatang dengan cara menggunakan pakaian dan atribut yang mendukung seperti baju lengan panjang, celana panjang, sepatu, geiter, dan sarung tangan.

Baca juga Pulus Kerabat Jelatang si Daun Penyengat sehingga Sobat tahu seperti apa sih tanaman tersebut.
Read More »

Wednesday, 7 September 2016

Panduan Memilih Tas Ransel

Dalam posting sebelumnya saya pernah menulis tentang Memilih Tas yang Sesui dengan Kebutuhan. Kali ini saya akan menuliskan tentang panduan memilih tas ransel. Tas ransel merupakan tas yang diletakkan di belakang punggung dengan mengaitkan tali ke bahu untuk menopang bebannya. Ternyata dalam memilih tas kita tidak boleh sembarangan saja karena ada beberapa kriteria dalam memilih sehingga kita bisa nyaman ketika memakai.

1. Gender
Untuk siapa tas tersebut digunakan? Pria atau Wanita? Tas untuk pria berbeda dengan tas untuk wanita. Berdasarkan anatominya, tas pria memiliki ukuran punggung/torso yang lebih panjang dibanding tas wanita. Selain itu desain tali bahu, tali pinggang juga berbeda mengikuti bentuk tubuh. Ukuran dan kapasitas tas perempuan lebih kecil dari pada tas pria.

2. Kapasitas Muatan
Tas memiliki desain untuk memuat barang dengan kapasitas tertentu bergantung dari ukuran, bahan dan konstruksinya. Tas dengan ukuran kecil pasti memiliki kapasitas yang kecil juga. Dalam istilah pendakian, kapasitas tas dihitung berdasarkan volume bukan berat barang yang akan dibawa. 
  • Untuk perjalanan selama 1 - 2 hari, dibutuhkan tas dengan kapasitas 30-40 liter.
  • Untuk perjalanan selama 2 - 3 hari, dibutuhkan tas dengan kapasitas 40-50 liter.
  • Untuk perjalanan selama 3 - 4 hari, dibutuhkan tas dengan kapasitas 50-60 liter.
  • Untuk perjalanan selama 4 - 5 hari, dibutuhkan tas dengan kapasitas 60-70 liter
  • Untuk perjalanan lebih dari 5 hari, dibutuhkan tas dengan kapasitas 80+ liter

3. Keperluan
Berdasarkan keperluannya terbagi menjadi dua, yaitu:
  • Tas daypack/backpak
Tas daypack/backpack umumnya memliki ukuran yang kecil. Kapasitasnya kurang dari 40 liter. Karena digunakan hanya untuk kebutuhan sehari-hari atau berpergian kurang dari 3 hari. Tas ini cukup fleksibel dan bisa dikombinasikan dengan koper. 
Tas daypack/backpack sendiri memiliki beberapa turunan berdasar jenis kegiatannya yaitu untuk sehari-hari, kantor, dan bersepeda.
  • Tas carrier
Bagi penggiat alam bebas dan suka berpetualang, tas carrier menjadi pilihan utama. Karena tas carrier memiliki kapasitas yang besar (>50 liter) dan bisa digunakan untuk segala keperluan. Di dalam tas carrier terdapat nyawa pemiliknya. Karena memuat berbagai kebutuhan hidup selama melakukan petualangan. Seperti tenda, sleeping bag, matras, kompor, nesting, pakaian, peralatan mandi, dan logistik.
Tas Carrier sendiri memiliki beberapa turunan berdasar jenis kegiatannya yaitu untuk jalan jauh /tracking, mendaki gunung, dan memanjat tebing.

4. Ergonomi
Istilah “ergonomi” berasal dari bahasa latin yaitu ERGON (KERJA) dan NOMOS (HUKUM ALAM) dan dapat didefinisikan sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen dan desain atau perancangan (Nurmianto, 2008). Oleh sebab itu para pembuat tas sudah semakin baik mengaplikasikan ergonomi agar pengguna merasa nyaman, aman, sehat, selamat, dan efisien. Ada beberapa detail yang harus di perhatikan :
  • Panjang Torso - Merupakan ukuran panjang punggung yang memiliki rentang XS - XL. Terdapat pengatur ukuran torso dengan webbing.
  • Frame - Hampir semua tas ransel saat ini memiliki frame atau rangka dalam untuk menjaga bentuk tas agar tetap tegak sehingga punggung tidak membungkuk. Bahan frame untuk daypack terbuat dari plastik sedangkan untuk carrier  terbuat dari alumunium alloy.
  • Bantalan Punggung - Untuk membuat punggung tegak, menyeimbangkan beban ke pusat gravitasi tubuh dan nyaman ketika bergesekan dengan tas. Ada dua macam bantalan punggung yaitu  berbentuk ventilasi jaring-jaring (vent back system) dan ventilasi spons  yang empuk dan lembut (back contact system).   
  • Tali Bahu - Bentuk tali bahu harus mlengkung  mengikuti bentuk tubuh. Untuk tas wanita akan lebih berbeda. Bahan tali bahu harus empuk dan lembut. Terdapat tali webing untuk mengatur ukuran kerapatan dengan tubuh. 
  • Tali Dada - Terdapat di bagian atas tali bahu tepat di dada untuk menjaga posisi tas dan menyeimbangkan badan agar tidak membungkuk 
  • Tali Pengatur Atas - Terdapat pada tas carrier yang menghubungkan beban atas pada tas ke tali bahu.  Sehingga badan tidak membungkuk ke depan. Atur seketat mungkin sehingga ada gaya tarik dari tas.
  • Tali Pinggang - Terdapat di bagian bawah samping tas untuk mendistribusikan beban ke bagain tubuh bawah. Usahakan posisi tali pinggang jatuh tepat di tonjolan tulang pinggul. Pilih bahan yang empuk dan lembut. Biasanya hanya ada di tas ukuran 40 liter ke atas.

Teknik Mengatur Tas Agar Pas dan Nyaman di Badan. Sumber
5. Fitur
Tas juga memiliki beberapa fitur tersendiri :
  • Top Loading - Merupakan fitur yang umum sebuah tas memiliki tempat masuk di bagian atas.
  • Kompartemen - Merupakan tempat memuat barang bawaan yang terdiri dari kompartemen utama, sekunder, dan tersier. Kompartemen utama terletak di bagian tengah, sekunder di depan, dan tersier berada di dalam utama maupun sekunder.
  • Kompartemen Atas - Bisa dikategorikan ke dalam kompartemen sekunder namun hanya terdapat pada tas carrier saja. Kompartemen ini bisa dilepas dari tas dan dijadikan tas pinggang. Kompartemen ini digunakan untuk menyimpan barang yang kritikal seperti jas hujan, sarung tangan, atau fly sheet.
  • Kompartemen Bawah -  Bisa dikategorikan ke dalam kompartemen sekunder namun hanya terdapat pada tas carrier saja. Sebagai tempat menyimpan sleeping bag atau barang-barang ringan lainnya.
  • Tempat air minum- Terletak di kompartemen sekunder dekat dengan punggung. Biasa di temukan pada daypack khusus sepeda. Pad tas carrier terkadang juga menyematkan fitur ini.
  • Tempat laptop -  Terletak di kompartemen sekunder dekat dengan punggung. Biasa di temukan pada daypack khusus kantor atau traveling.
  • Ventilasi Udara - Seperti di jelaskan pada bantalan punggung tas pada point 4.
  • Rain Cover - Peelindung tas dari hujan terbuat dari parasut single layer maupun double layer.
6. Kenyamanan
Seperti yang saya tulis di posting sebelumnya, ketika membeli tas sebaiknya mencoba dahulu dengan berjalan keliling outlet, membungkuk, jongkok, dan loncat-loncat. Hal ini untuk menguji tingkat kenyaman pengguna terhadap beban yang ringan. Apabila beban ringan saja Sobat sudah merasa tidak nikmat maka bayangkan saja kalau bawa beban yang sebenarnya.

Pastikan tas yang Sobat pilih terbuat dari bahan yang ringan, tahan air, dan kuat. Semakin mahal tas akan memiliki semua elemen tersebut. Namun Sobat harus memastikan apakah sesuai dengan kenyamanan sobat ketika dipakai.

Read More »